0 item in the bag

No products in the cart.

Seaptu Dinas & Pantofel

6 Jenis Sepatu Oxford Yang Para Profesional Wajib Punya

Sepatu formal wajib dimiliki oleh para profesional yang totalitas dalam bekerja. Salah satu sepatu formal yang terkenal adalah oxford yang sudah umum dipakai dibanyak kalangan untuk acara formal. Namun, selain sepatu oxford yang sudah umum dipakai, banyak juga turunan dari desain oxford yang ada.

Maksud turunan disini adalah desain yang memiliki maupun terinspirasi dari sifat closed lacing (tertutup) nya sepatu oxford. Desain-desain sepatu formal ini bisa menjadi pilihan tambahan bagi yang Anda yang mau menambah koleksi sepatu formal maupun yang ingin tidak bergantung pada satu sepatu formal.

Berikut 6 jenis sepatu oxford yang wajib dimiliki bagi kalangan profesional :

1. Wholecut : wholecut adalah sepatu tipe closed lacing yang terbuat dari 1 bagian kulit secara utuh, tanpa terpotong-potong (wholecut). Sepatu pada umunya terbuat dari potongan-potongan kulit yang dijahit menjadi satu. Berbeda pada sepatu umunya, wholecut tidak terdiri dari potongan tambahan maupun quarter (sisi sepatu di bagian badan samping kaki).

Wholecut

Ujung wholecut pada umumnya dibentuk menjadi round toe, cenderung lancip namun tidak memiliki segi. Dengan sifat garis siluet nya yang elegan, menjadikan wholecut salah satu sepatu paling formal yang ada. Ditambah dengan proses desain dan pengerjaan yang cukup rumit, menjadikan harga wholecut cukup tinggi sehingga sering dipakai oleh para eksekutif.

2. Plain Toe : desain plain toe sebenarnya desain dasar dari semua oxford, hanya terdiri dari vamps dan quarter. Cukup sederhana namun bersifat anggun dan elegan sekaligus, ditambah apabila berwarna hitam yang merupakan warna dasar semua material yang bersifat formal.

Namun, yang bisa menjadi perhatian adalah hampir semua sepatu oxford menggunakan tali sebagai alat pengencang nya. Kenapa harus bertali, karena dengan tali kita bisa mengatur seberapa kencang sepatu yang kita pakai, dibandingkan dengan tak bertali yang tidak bisa kita kencang atau kendurkan.

3. Cap Toe : merupakan tipe oxford yang sangat populer. Cap toe ini memiliki potongan kulit yang dijahit di bagian ujung kaki di sepatu nya, bisa hanya berupa potongan kulit saja tanpa aksen maupun dengan aksen yang disebut dengan brogue. Cap toe juga merupakan desain yang sangat sederhana sekaligus elegan, elemen yang biasanya dicari oleh pria.

Cap Toe Oxford

4. Wingtip (Full Brogue) : wingtip merupakan desain oxford yang memiliki ujung yang runcing di kaki serta dipenuhi dengan aksen brogue di bagian toe bahkan di bagian quarter nya. Wingtip yang bisa disebut juga dengan “sayap” memiliki desain yang membentang dari ujung depan sampai ujung belakang yang terlerak di sisi samping sepatu.

Full Brogue Oxford

Apabila dilihat dari atas, wingtip membentuk huruf W atau M tergantung dari sudut pandang mana kita melihat nya. Namun, dengan desain wingtip ini akan membuat sifat oxford nya menjadi casual atau semi-casual yang sebenarnya cocok untuk pemakaian sehari-hari atau acara yang tidak terlalu formal sifat nya seperti kondangan.

5. Adelaide : desain adelaide ini secara sejarah diciptakan oleh pembuat shoelast terkenal Terry Moore. Desain ini dikenal dengan jangkauan panjang dari vamp sampai ke tumit. Selain itu, ciri khas nya adalah lekukan garis pada bagian lacing atau sekeliling tali sepatu.

Adelaide Oxford

6. Quarter Brogue : sesuai namanya, desain aksen brogue nya terletak di bagian quarter sepatu. Pada bagian quarter akan tertutup secara full dengan aksen brogue. Namun, istilah ini hanya masalah dalam penamaan. Tetap saja sifat formal nya akan berkurang dibandingkan dengan plain toe maupun cap toe oxford.

Quarter Brogue